Thursday, October 29, 2009

Tips Mendisain Layout Majalah Anak-Anak

Untuk memebuat media massa, tentunya terlebih dahulu kita harus dapat menganalisa segmentasi dari media massa yang akan kita buat. Untuk siapa media massa tersebut kita buat, berapa usia target kita, tampilan seperti apa yang cocok dengan psikologi penikmat media massa kita, berapa harga yang pas dengan kemampuan target kita, dan lain-lain. Sehingga para penikmat media massa kita merasa puas dan nyaman.

Dan disni saya akan memaparkan apa saja yang perlu diperhatikan jika kita ingin media massa yang kita buat dapat diterima dengan baik oleh audience, namun hanya dalam tataran indera penglihatan (lay out). Karena media massa banyak sekali jenisnya dan beragam pula segmentasinya, dan itu tidak mungkin saya bahas satu-persatu, maka media massa yang akan dibahas disini saya pilih lebih spesifik, yaitu majalah anak-anak.

Segmen dari majalah ini adalah anak-anak yang berusia kurang lebih sekitar 4 s.d. 12 tahun. Dalam usia ini, segmen kita mempunyai minat membaca yang kurang, mereka lebih tertarik pada gambar. Hal itulah yang harus kita siasati. Buatlah majalah yang sarat akan gamabar namun tidak menghilangkan sama sekali tulisan didalamnya. Perbandingan antara tulisan dan gambar bisa kita gunakan antara 70:30. Namun, tidak semua gambar disukai oleh anak-anak. Gambar yang sesuai dengan psikologi anak-anak adalah gambar kartun yang dipenuhi warna-warna cerah. Begitu juga dengan jenis huruf yang kita gunakan (typografi). Usahakan dalam membuat layout majalah anak-anak, kita menggunakan jenis huruf san serif (tidak berekor) dan full color sehingga lebih santai dan sesuai dengan karakter anak-anak. Dengan itu kita bisa membuat minat baca pada anak-anak bertambah.

Beberapa contoh huruf yang bisa kita gunakan dalam penulisan judul tulisan pada majalah anak-anak diantaranya adalah:


Namun untuk penggunaan huruf pada badan tulisan, kita cukup menggunakan jenis huruf:

Comic Sans MS atau Calibri saja agar aspek keterbacaan bisa kita dapatkan.

Selain harus memperhatikan karakter psikologi anak-anak, kita juga bahasa yang kita pakai juga berbeda dengan bahasa yang kita gunakan jika ingin meharus membuat oragtua mereka tertarik pada majalah kita. Karena segmen kita adalah anak-anak yang belum bisa menghasilkan uang sendiri, berarti para orangtualah yang akhirnya memutuskan untuk membeli majalah kita atau tidak. Maka, majalah kita juga perlu mendapat perhatian si orangtua.

Sebelum memberikan sesuatu kepada anaknya, orangtua pasti berpikir apakah majalah ini baik, buruk, atau biasa saja bagi perkembangan anaknya. Karena itu, selain untuk menghibur, majalah kita juga harus mempunyai konten yang mendidik. Jangan lupa bahwa salah satu fungsi media massa adalah pendidikan. Apalagi pembaca dari majalah kita adalah anak-anak, dimana kepribadian dan kreatifitasnya akan dibentuk pada masa ini.

No comments:

Post a Comment